Grand Palace, Bangkok

Rabu, 19 Desember 2007, Grand Palace, Bangkok

The Grand Palace dalam bahasa Thailand, (Thai: พระบรมมหาราชวัง, Phra Borom Maha Ratcha Wang) sebuah komplek bangunanyang berada di  Bangkok, Thailand. Pada abad 18th sampai pertengahan abad ke-20th tempat ini digunakan sebagai tempat para pejabat tinggi dan Raja Thailand.

Setelah kematian Raja Ananda Mahidol di Baromphiman Palace, Raja Bhumibol memindahkan “official royal residence” ke Chitralada Palace.   Konstruksi Komplex Grand Palace ini dimulai tahun 1782, pada saat raja Rama I berkuasa.

Komplex Grand Palace ini dekat dengan Sungai Chao Phraya . Dinding sepanjang 1.900 meter dibangun sebagai pertahan untuk mencegah meluapnya air sungai Chao Phraya. Ada yang mengatakan bahwa sungai ini  sebuah oleh dinding pertahan agar “palace”, seluas of 218,400 metre persegi terhindar banjir.  Dengan berjalannya waktu dinding sekitar sungai digunakan sebagai canal, untuk melindungi tempat kediaman raja dan sekitarnya.  Sehingga membuat daerah yang dikenal dengan Rattana Kosin, seperti “palace an island”.

Grand Palace, adalah salah satu tempat yang banyak dikunjungi para wisatawan, dan merupakan salah satu kebangaan Thailand.  Oleh karena tempat ini sangat menakjubkan sekali maka sahabat kami Alex membawa kami mengunjungi tempat ini, padahal kami belum mandi, karena semalam kami dalam perjalanan naik kereta malam dari Butterwort, Malaysia.  Dengan tanpa mandi seharian kami berjalan-jalan mengitari Grand Palace dan beberapa tempat lainnya di Bangkok.  Tapi, Lex, benar-benar sangat menakjubkan.  Benar-benar sangat menakjubkan sekali apalagi apabila kita dapat masuk dan melihat langsung atau masuk ke dalam objeck wisata yang sangat mengagumkan dan luar biasa dan membuat kita terkagum-kagum dibuatnya. Dibangun oleh Rama I dan merupakan salah satu “temple” kebangaan di Asia.  Saat ini menurut statistik ” target=”_blank”>marching band juga deh……… Para anggota penjaga memakai seragam putih akan berdiri tegak seperti patung, even you godain paling-paling hanya senyum doang.  Beridiri tegak kayak patung.  Gue aja coba-coba godain paling-paling ujung bibirnya doang yang tersungging.  Hebat lho, tegak kayak patung beneran

Leave a response

Your response: