Penang

PENANG

Minggu, 16 Desember 2007, kami langsung ke Rumah Sakit Advent, Penang. Karena “Mertua” dua-duanya pengen Check Up. Soalnya di Jakarta dan Medan dorang sudah dari satu dokter ke dokter yang lain berobat. Bayangin, satu malam dalam perjalanan naik kereta, langsung ke Rumah Sakit. Aduh rasanya ngak pede banget. Tetapi, kalau langsung ke penginapan dulu, nanti kesiangan. Jadi, gue dengan rada tebelin muka ambil nomor langsung ngantri. Ternyata kita kira kita paling pagi, ternyata sudah nomer yang ke 145an. Dalam hati gue busyet nih orang-orang pada ngantri jam berapa yach?Oh, yach ke Penang dari Medan kita bisa naik Kapal Cepat cuma 4 jam. Tetapi bo’, ngak tahan ombaknya besar-besar sekali. Liburan kami Desember 2006, terpaksa kami naik Kapal Cepat dari Medan, dan tiket pesawat Medan-Penang hangus, karena ada sedikit masalah dengan Pasport kami. Yang bisa berangkat hanya 2 orang itupun anak-anak kami, ngak mungkin dong. Jadinya kami harus dengan sangat terpaksa naik “Kapal Cepat”. Pada saat itu ombak besar sekali, gue sampe mau muntah ngak kuat, tetapi “ketiga laskar” gue Michael, Melvin dan Michelle, ketawa-ketawa aja. Sambil ngegodain gue, “Mami mau muntah yach”. Gue jawab “enggak”, gengsi bo. Naik kapal cepat harganya ——-sekali jalan.Oh, yach yang berobat di “Penang Adventist Hospital”, itu kebanyakan orang-orang Medan dan sekitarnya. Banyak sekali bahkan inang-inang dan amang-amang yang even pake bahasa Indonesia aja terbatas. Makanya gue usulin sama Rumah Sakitnya waktu isi “kuistioner” harus dibuat “Batak Channel”. Yang mana menemani dan menterjemahkan kepada para “inang-inang, ompung-ompun, dan amang-amang”, yang pergi tanpa ada yang menemani.Untuk penginapan sangat gampang disini dan banyak, karena Penang terkenal dengan Rumah Sakit – Rumah Sakit yang bagus, seperti Glenagles, Penang. Penginapan kita bisa booking by “sms” langsung sama orangnya, dia baik dan very helpfull. Dan akan segera jemput kita di Rumah Sakit, kalau kita sudah sampai. Jadi “markas poinnya” Rumah Sakit.Namanya Mr. AliKami menginap di Gurney Park Condominum, percis sebelahnya Gurney Park, tempat perbelanjaan termewah di Penang. Jadi kalau mau makan atau “window shopping” sangat dekat sekali. Cuma jalan dikit doang dan di apartemennya ada kolam renang. Kalau anak-anak “bete” nungguin maminya nemenin berobat mereka bisa berenang di lantai 7. Satu malam hanya RM.50, per kamar. Satu apartemen biasanya ada 3 kamar. Lengkap dengan AC tiap kamar dan TV di ruang tamu, kalau mau nyuci ada mesin cuci dan ada peralatan masak, kalau mau masak.Tidak jauh dari dimana kami menginap percis dibelakangnya ada “Gurney Park Seaside Open Restauran”. Setiap sore hingga malam, di sepanjang tepi laut itu ada pasar malam khusus makanan. Makanannya enak-enak. Segala macam makanan ada, mulai dari Chinese food, Indian food & makanan khas Malaysia.Kalau ke Malaysia jangan sampe alpa tidak mencicipi “Nasi Kandar”, semacam nasi padang tapi eunak…tenan, lalu makan roti canai…….., enak lho.Mengenai makanan, jadi teringat makanan yang dijual di depan RSA, Penang. Buka jam 11.30 sampai jam 2 sore, makanan yang dijual, enak-enak banget. Makanan, khas Malaysia, jadi kita ngak “homesick” walaupun dalam holliday, menngenai makanan rumah. Oh, yach gue harus nyari “nasi”, soalnya mertua gue harus makan nasi.Di Penang, jangan lupa window sopping ke Komtar dan , waktu kami disana, tanggal 17 malamnya ada konser “Dewa”, Ahmad Dani, pas kita lewat mereka kita kita mau nonton konsernya Dewa. Maaf yach.Jangan lupa juga ke Penang Hill, saat kami disana “bad luck”, karcis sudah habis, jadi kalaupun mau harus besoknya, padahal besoknya kami sudah mau ke Bangkok. Jadi deh “penonton kecewa”. Bannyagin, kami sudah sampe disana dengan 2 taxi masing-masing satu taxi RM.20, setelah ngantri dinyatakan “waktunya dan karcis” habis. Kebetulan saat itu banyak sekali, orang dan juga “high season”, dengan rada kecewa kami tinggalkan Penang, 2 kali tanpa ke Penang Hill. Tapi aku janji sama anak, aku katakan “sometimes”. Kapan yach……..Jangan lewatkan juga pergi ke Batu Feringgi, disana tepi pantai, banyak turis kesana, dan pada malam hari, banyak dijual jam-jam tangan “aspal”, asli tapi palsu, yang benar-benar seperti asli. Harganya, harus pintar menawar yach.Penang kota kecil, 2 hari aja sudah kejalanin semua kali. Tapi, rasanya tenang dan bersih. Enak deh, polusinya masih bagus tidak seperti Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: