Posted by: Erna Tambunan | May 30, 2009

Segalanya Dalam Kasih

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! 1 Korintus 16 : 14

Umat Kristiani hidup menurut perangkat aturan yang berbeda dari dunia. Dunia mengatakan sungguh baik jika kita bersikap jujur, bermoral, dan mengasihi, namun ada saat-saat tertentu dimana Ok-Ok saja untuk membuat pengecualian. Ketika Anda diancam atau diperlakukan tidak baik, dunia memberikan izin untuk menanggapinya dengan marah. Dunia menerima balas dendam ketika seseorang menyakiti Anda terlebih dulu.

Dunia memberikan toleransi terhadap ketidak bermoralan asalkan Anda tidak menyakiti orang lain. Di dunia ini ada banyak daerah abu-abu yang diserahkan kepada kebijaksanaan masing-masih individu. Namun, standar bagi umat Kristiani adalah lugas sifatnya. Lakukanlah segala sesuatunya dalam kasih. Tidak ada asalkan. Tidak ada pengecualian. “Mana mungkin?” Anda bertanya. “Toh, bukankah ada saatnya ketika orang menyakiti Anda dan memanfaatkan Anda?

Bukankah Anda harus berhati-hati sendiri? Mengapa saya tidak boleh melakukannya harus berhati-hati sendiri? Mengapa saya tidak boleh melakukannya selama tak ada orang yang dirugikan?” Alkitab tidak memberikan satu contohpun dimana bersikap dengan kasih itu tidak pantas. Jika ada seseorang yang memiliki alasan untuk membuat pengecualian, itu adalah Yesus. Orang begitu membenci-Nya sehingga menyiksa dan membunuh-Nya. Yesus mengasihi mereka dan mengampuni mereka.

Orang mengolok-Nya dan mengkhianati-Nya. Sebagai balasan-Nya, Ia mengasihi mereka. Tak ada orang lain yang manapun dalam sejarah manusia yang lebih berkuasa dari pada Yesus, namun tidak sekalipun Ia memanfaatkan orang lainnya. Yesus tidak pernah mendasarkan perbuatan-perbuatan-Nya pada apa yang diperbuat orang lain kepada-Nya atau disekeliling-Nya.

Ia hidup menurut satu kebenaran: Kasih Sebagai pengikut Kristus, kitapun harus mendasarkan hidup kita pada standar menurut Yesus. Seorang umat Kristiani seharusnya tidak pernah dikenal sebagai seorang pemarah atau yang mementingkan diri sendiri. Satu-satunya yang seharusnya mencirikan kita adalah kasih (Yohanes 13 : 35)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: