Posted by: Erna Tambunan | May 31, 2009

Pasangan Hidup Sejati

Suatu waktu, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang isteri.
Dia mencintai isteri yang keempat dan memberinya harta dan kekayaan
yang banyak. Sebab dialah yang tercantik diantara semua isterinya.

Pria ini sangat bangga dengan isteri ketiganya, dan selalu berusaha
memperkenalkannya kepada semua temannya. Ia juga selalu kuatir kalau
isterinya ini akan lari dengan pria yang lain.

Iapun sangat menyukai isteri keduanya yang sabar dan pengertian. Bila
pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan
isterinya ini. Dialah tempatnya bergantung. Dia selalu menolong dan
mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.

Isteri yang pertama adalah pasangan yang setia. Dia selalu membawa
perbaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dialah yang merawat dan
mengatur kekayaan dan usaha sang suami. Akan tetapi sang pedagang
tidak begitu mencintainya. Walaupan sang isteri pertama ini begitu
sayang kepadanya, namun ia tidak begitu memperdulikannya.

Suatu ketika sang pedagang sakit dan menyadari bahwa dia akan segera
meninggal. Lalu ia meminta semua isterinya datang.

Ia bertanya kepada isteri keempatnya, “Kaulah yang paling kucintai,
kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Maukah engkau
menemaniku?”

Isterinya terdiam, lalu menjawab, “tentu saja Tidak,” lalu ia pergi
tanpa berkata-kata lagi. Jawaban itu sangat menyakitkan hatinya.

Pedagang ini lalu bertanya kepada isteri ketiganya, “Akupun
mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah
kau ikut denganku?”

Isterinya menjawab, “Hidup begitu indah disini, Aku akan menikah lagi
jika kau mati.” Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini.

Lalu, ia bertanya kepada isteri keduanya, “Aku selalu berpaling padamu
setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku
butuh sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, maukah engkau ikut
mendampingiku?”

Sang isteri menjawab pelan, “Maafkan aku,” ujarnya, “aku tidak biasa
menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu sampai liang kubur
saja. Nanti kubuatkan makam yang indah buatmu.” Jawaban itu seperti
kilat yang menyambar.

Sang pedagang merasa putus asa. Tiba-tiba terdengar sebuah suara, “Aku
akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun engkau pergi. Aku tak
akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.”

Sang pedagang menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya. Dia
tampak begitu kurus seperti orang kelaparan.

Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, “Kalau saja aku bisa
merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kau seperti ini
isteriku.”

Sesungguhnya kita punya 4 isteri dalam hidup ini. Isteri yang keempat
adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita
keluarkan untuk tubuh supaya tampak indah dan gagh, semuanya akan
hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan
dan kegagahan yang tersisa pada saat kita menghadapNya.

Isteri yang ketiga adalah status sosial dan kekayaan. Saat kita
meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan pergi dan
melupakan kita yang pernah memilikinya.

Sedangkan isteri kedua adalah kerabat dan teman-teman. Bagaimanapun
dekatnya hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bersama kita
selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka menemani kita.

Sesungguhnya isteri pertama adalah jiwa dan kebenaran kita. Mungkin
kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan
pribadi. Namun sebenarnya hanya jiwa dan kebenaran yang kita
lakukanlah yang mampu untuk terus dan setia dan mendampingi kemanapun
kita melangkah. Jika jiwa terpaut kepada Yesus dan kita melakukan
perbuatan-perbuatan baik dalam kebenaran, maka itu akan mengantar kita
kedalam kehidupan kekal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: