Posted by: Erna Tambunan | October 29, 2009

Saling Menghargai Sesama Mahluk Hidup

BIARKAN APA YANG ANDA JUMPAI
Orang-orang datang ke alam bebas adalah untuk menikmati kondisi alami dan pengalaman di lingkungan yang menghasilkan kejuatan dan tantangan. Membuat orang-orang merasakan kesendirian dan menemukan dan membiarkan kehidupan liar, tumbuhan, batu karang, artifak arkeologi dan objek menarik lainnya tanpa menggangunya. Istilah popular untuk ini adalah ” Take nothing but picture; leave nothing but footprints.”

Minimalkan perubahan lokasi
Gali parit untuk tenda atau penggunaan materi alami untuk membuat meja,
kursi, atau shelter akan merubah pemandangan alami. Sementara jenis “Camp craft” merupakan praktek umum, peralatan moderen dan etika Leave No Trace telah menjadikan praktek umum diatas menjadi usang. Sebagai ganti memotong dahan besar dipohon untuk membuat tempat perlindungan atau tempat tidur, penggunaan tarp (flying sheet) dan matrass atau hammock; maka camping anda akan lebih mudah dan lebih nyaman.

Tinggalkan lokasi yang sudah ada sebelumnya seperti saat anda menemukannya. Pelajarilah bentuk dan kondisi tempat tersebut saat anda sampai disana. Jika anda memindahkan batu atau ranting, kembalikan keposisi semula. Perhatikanlah, kadang-kadang lokasi yang sudah ada adalah merupakan tempat camp tradisional milik penduduk setempat.

Hindari merusak kehidupan tumbuhan dan pepohonan
Tidak perlu merubah bentuk pohon atau memendekannya dengan gergaji, golok atau memasang kawat. Memotong dahan atau mengulitinya akan membuat bagian dalamnya terbuka terhadap serangga, yang kemungkinan akan merusak pohon tersebut begitu juga dengan bacokan pada pohon akan meninggalkan kerusakan permanen. Gunakanlah bahan yang lebar untuk mengikatkan sesuatu item pada dahan pohon, ini akan melindungi pohon tersebut.
Memetik bunga, daun atau tumbuhan yang bisa dimakan oleh seseorang terlihat sebagai suatu yang tidak membahayakan, akan tetapi bagaimana kalau banyak orang yang melakukannya, ini akan menimbulkan kerusakan substansial atau mempercepat kerusakan species yang memang sudah dalam keadaan bahaya kepunahan.                    

Anggrek dan lumut sebagai contoh untuk tumbuhan hutan hujan tropik yang merupakan incaran para kolektor amatir. Alangkah lebih baiknya memelihara tumbuhan tersebut pada ekosistimnya dan hanya mengambil photo, sketsa dan kenangannya untuk dibawa pulang.

Biarkan objek natural dan artifak kebudayaan
Objek alami yang menarik dan indah, seperti kristal, kulit kerang, dan
fosil hendaknya dibiarkan agar orang lain bisa juga menemukan dan
menikmatinya juga. Etika yang sama juga berlaku untuk artifak kebudayaan,
yang meliputi lukisan, kerajinan tangan, anah panah, pekakas, potongan
barang tembikar, dan sisa-sisa struktural. Di banyak negara, artifak
dilindungi oleh undang-undang dan illegal untuk menggali, menggangu atau
memindahkan apapun dari benda-benda tersebut dari tempat ditemukannya.
Lokasi arkeologi dan artifak kebudayaan disucikan oleh beberapa orang
setempat. Ini juga membantu kita untuk memahami manusia dan sejarah alami yang mencakup efek dari penyakit, perubahan cuaca dan pergeseran populasi binatang. Gangguan pada artifak ini atau membawanya keluar dari lokasi akan merupakan juga sebuah pemindahan suatu bab dari suatu cerita yang penting dan menarik . Jangan pernah camping atau memasak ditempat-tempat seperti itu.

Hindari mengganggu binatang liar
Lakukanlah perjalanan dengan tenang dan berikan tempat pada binatang,
mereka butuh untuk merasa aman. Hutan merupakan rumah dari berbagai jenis binatang, beberapa diantara mereka berada dalam bahaya kepunahan. Jangan makan, memancing, mengejar atau memaksa binatang untuk melarikan diri. Ini akan membuat binatang susah untuk melanjutkan makannya, minum, bahkan melakukan perkawinan dan kegiatan hidup lainnya. Ini juga akan membuat mereka keluar dari habitat yang mereka inginkan.

Jangan pernah mengganggu burung atau sarang binatang. Dengan teropong atau lensa tele akan memungkinkan anda untuk mengambil photo atau menikmati mereka dari jauh.
Jangan membunuh binatang kecuali anda punya ijin untuk berburu, atau dalam keadaan survival. Membunuh binatang seperti ular dan kadal hanya karena rasa takut pada mereka, akan membuat kerusakan pada keseimbangan ekologi.
Binatang ini tidak memburu manusia, mereka tidak akan menyerang jika tidak merasa terganggu.

Lindungi air bersih saat memancing
Jangan menggunakan bahan kimia atau dinamit untuk menangkap ikan. Kegiatan tersebut dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada sungai dan aliran air. Jangan membunuh burung atau binatang kecil untuk umpan. Jika anda memancing untuk kesenangan dan olahraga, pertimbangkanlah untuk menggunakan prinsip “Tangkap dan Lepaskan” untuk memelihara populasi dari ikan. Jika anda memancing untuk dimakan, tangkaplah hanya yang bisa dimakan tanpa mensia-siakannya. Baik memancing atau berburu, ikuti aturan pemerintah lokal untuk aktivitas tersebut.

Hormati hak milik dan Bantu yang lain melakukan hal yang sama
Cegahlah pencurian dan vandalisme dengan mengunci mobil dan menyimpan peralatan anda ditempat yang tidak terlihat. Patikan anda mempunyai ijin sebelum melewati tempat pribadi. Dan selalu menutup setiap gerbang yang anda lewati (jika mempunyai pintu).

MINIMALKAN PENGGUNAAN DAN DAMPAK DARI API
Leave No Trace mendorong anda untuk membatasi penggunaan api dan
menganjurkan untuk memasak dengan menggunakan kompor portable dengan jenis bahan bakar apapun. Api yang dibuat dengan ceroboh akan mengancam bentuk alami dan keseimbangan ekologi dari tempat tersebut karena pemakaian dari kayu-kayunya, dan menyebabkan kebakaran hutan. Banyak tempat yang dilindungi melarang untuk membuat api unggun atau mengijinkannya pada tempat tertentu. Pertimbangkanlah walaupun anda membutuhkan api unggun.
Sweater, raincoat dan kompor portable yang ringan akan mengurangi kebutuhan akan api unggun. Kompor merupakan perlengkapan yang dianjurkan untuk mengurangi dampak camping karena porteble nya, cepat untuk memasak dan tidak meninggalkan dampak pada camp site. Camper harusnya membawa kompor dan bahan bakarnya untuk memasak semua makanannya sebisa mungkin.

Jika anda tetap harus memilih membuat api, ada alternative baru pada metode pembuatan api yang membuat anda bisa tetap mempraktekkan Leave No Trace etika.

Ada lima konsep untuk diingat saat membuat api
1. Ketahui regulasi dan kondisi cuaca
2. Pilih lokasi yang tahan lama terhadap api
3. Gunakan pohon mati dan pohon rubuh
4. Bakarlah api ungun anda hingga sampai menjadi abu
5. Gunakan Leave No Trace pembuatan api di daerah yang dilindungi.

Ketahui regulasi dan kondisi cuaca
Dan hanya membuat api dengan aman dan legal. Hindari membuat api saat
berangin atau di daerah yang kering. Selalu ingat bahwa api unggun untuk
beberapa daerah hanya diijinkan pada tempat-tempat tertentu.

Pilih lokasi yang tahan lama terhadap api
Pada pasir, batu atau permukaan yang tahan lainnya. Carilah permukaan yang benar-benar tahan terhadap panas dan api dari api unggun. Jika ada, buatlah api pada tempat yang tersedia, dan bersihkan sisanya untuk pengguna berikutnya.

Gunakan pohon mati dan pohon rubuh
Api unggun seharusnya dibuat ditempat banyak tersedianya kayu dan
berlimpah. Kumpulkan cabang dan ranting pohon yang berserakan ditanah.
Mematahkan ranting dan dahan dari pohon akan merusak pohon tersebut dan meninggalkan guratan yang akan memberikan dampak negatif pada pemandangan sekitarnya. Luangkanlah waktu untuk berjalan beberapa menit dari lokasi camp dan kumpulkanlah kayu diarea yang luas dan jangan sampai membuat suatu area menjadi kosong dari ranting-ranting dan dahan yang berserakan ditanah ini juga akan berpengaruh terhadap humus dan permukaan tanah. Jika anda camping di camping ground sebaiknya anda membawa persediaan kayu bakar sendiri. Ini akan membantu dan memberi contoh pada yang lain untuk mencegah pengurasan ranting dan dahan pada suatu daerah yang ramai dikunjungi.
Gunakan kayu kecil, kayu bakar hendaknya besar diameternya tidak lebih dari pergelangan tangan orang dewasa. Kayu dengan ukuran ini bisa dipatahkan menjadi berbagai ukuran yang sesuai dengan kebutuhan, dan akan lebih mudah terbakar hingga menjadi abu. Ini akan mengurangi kebutuhan akan perlunya membawa korek api yang banyak serta gergaji, yang memberatkan, serta meninggalkan bekas yang tidak alami. Setiap sisa dari kayu yang tidak digunakan dapat ditebarkan dihutan tanpa meninggalkan dampak visual. Api anda mungkin agak kecil jika dibandingkan dengan api unggun pada umumnya, akan tetapi cukup besar untuk memasak. Tindakan ekstra dibutuhkan dalam pembuatan api di hutan hujan. Kondisi yang lembab dan basah membuat usaha pencarian kayu kering menjadi sebuah tantangan. Api unggun anda akan akan menyala lebih efektif jika anda memilih jenis kayu yang tepat.

Menguliti kayu atau kulit luar kayu dengan pisau kecil akan menampakan bagian dalam yang kering sebelum dibakar.

Bakar api unggun sampai jadi abu
Atau arang yang sangat kecil akan membuat lebih mudah membersihkannya.
Disaat bekas api unggun mulai dingin untuk disentuh, jika ada arang bisa
dihancurkan dengan tangan (pakai sarung tangan) hinga menjadi abu. Abu ini bisa ditebarkan disekitar permukaan tambuhan.

Gunakan tehnik api unggun LNT
Jika disuatu daerah tidak mempunyai tempat untuk membuat api unggun yang telah ditentukan, dan anda tetap untuk memilih membuat api unggun, gunakan satu dari tehnik berikut ini:

Api unggun dipalangi dengan kerikil
Didekat sungai besar sepanjang pantai, api bisa dibuat dengan menggali
pasir. Pastikan area tersebut akan tergenang disaat sungainya meluap atau
pantainya pasang. Saat arang telah terbakar sampai jadi abu dan padam,
pindahkanlah semua abu dan tebarkanlah secara melebar dan tutuplah lubang bekas api tersebut. Jika dilakukan dengan hati-hati, akan sangat sedikit sekali abu yang tertinggal setelah dibersihkan, dan ini akan terkikis habis selama sungai meluap. Pastikan untuk memungut semua sampah.

Tatakan api portable
Kontainer inovatif ini menggunakan baki metal dengan sisi yang kaku tinggi
setidaknya 6cm untuk menampung kayu dan abu. Panci metal dan grill barbecue yang murah bisa membuat tehnik ini jadi efektif. Saat menggunakan tatakan api portable ini, tinggikan posisinya dengan menaroknya diatas batu atau tarok bagiannya yang hitam diatas bentangan kayu, sehingga panasnya tidak meninggalkan bekas pada tanah.

Api Gundukan Tanah
Api juga bisa dibuat diatas platform atau gundukan tanah, bentuk seperti
ini mudah untuk dihilangkan saat anda selesai memakainya. Pertama cari
bahan alami dari tanah, pasir atau kerikil yang telah lama tertumpuk.
Lubang yang diakibatkan oleh pohon tumbang merupakan juga pilihan lain.
Pergunakan pots atau kantong untuk membawa material ini ke tempat api dan untuk membawanya kembali ketempat semula setelah selesai memakainya.
Buatlah bentuk lingkaran, dan ratakan atasnya, tebalnya kira-kira 15 sampai
20cm dan kira-kira diameternya 50cm (6inci x 24inchi) dengan tanah,
Penempatan trap atau alas dibawah lahan, akan memudahkan saat
pembersihannya. Ketebalan dari gundukan tanah merupakan hal yang kritis,
karena ini untuk membatasi tarp dan tanah landasan dibawahnya dari panas
api tersebut. Begitu api padam dan dingin, debu yang tertinggal bisa
berserakan, sebagaimana disebutkan diatas dan bahan mineal itu akan kembali ke sumbernya serta bercampur, ini akan mengurangi tanda-tanda bahwa tempat tersebut pernah dipakai. Keuntungan dari membuat jenis api seperti ini adalah, bisa membuatnya diatas berbagai macam permukaan, walaupun diatas permungkaan daun yang berjatuhan atau rumput pendek, tanpa merusak permukaan atau lahan tersebut.

Obeng / Situ Pendiri 0407018


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: